Artikel Perpus STAIN

Memperbudayakan Gemar Membaca Sebagai Alternatife Pemanfaatan Perpustakaan Dan Membentuk Kepribadian

Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah “perpustakaan”(berasal dari kata Sansekerta pustaka) artinya kitab, buku. Dalam bahasa Inggris, pembaca tentu mengenal istilah library (berasal dari kata Latin liber atau libri) artinya buku. Dari kata Latin tersebut terbentuklah istilah librarus yang artinya tentang buku. Dalam bahasa Belanda bibliotheek, Jerman bibliothek, Perancis bibliothrquo, Spanyol bibliotheca, dan Portugal bibliotheca. Semua istilah itu (berasal dari bahasa Yunani biblia) artinya tentang buku, kitab.

Dari istilah-istilah diatas diperoleh batasan perpustakaan merupa

kan kumpulan buku, manuskripsi dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan atau kesenangan (Webster’s Third Edition International Dictionary,1961).

Batasan pengertian perpustakaan tersebut juga merupakan pandangan dari masyarakat tentang perpustakaan. Padahal dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini maka akan berpengaruh besar terhadap perkembangan perpustakaan, tentunya ini juga akan mengubah pengertian perpustakaan. Sehingga International Federation of Library Association and Institutions mambatasi perpustakaan adalah kumpulan materi tercetak dan media noncetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang disusun secara sistematis untuk digunakan pemakai.
Batasan tersebut sesuai dengan fakta saat ini. Perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku namun juga terdapat majalah, jurnal luar negeri dan dalam negeri, koran, peta, floppy disc program dan CD-ROM. Koleksi-koleksi tersebut juga terdapat di perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember. Perpustakaan STAIN Jember juga memiliki koleksi skripsi dan memiliki fasilitas ruang digital yang menawarkan bermacam-macam koleksi film.
Dengan adanya koleksi dan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan STAIN Jember, diharapkan pengguna perpustakaan terutama mahasiswa STAIN marasa tertarik dan mau memanfaatkan pelayanan tersebut untuk menunjang studinya. Lalu bagaimana tanggapan mahasiswa akan fasilitas dan pelayanan yang diberikan perpustakaan? Apakah mereka memiliki minat untuk pergi ke perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas tersebut? Apakah mereka juga peduli terhadap perpustakaan mereka?

Reaksi Mahasiswa Terhadap Perpustakaan

Perpustakaan STAIN Jember saat ini banyak menawarkan berbagai macam kebutuhan untuk mendapatkan informasi. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan kepustakaan divisi akademika Kampus STAIN.
Terlihat begitu besar upaya perpustakaan untuk mengembangkan dirinya, baik dari segi koleksi, kenyamanan tempat, sampai dengan pelayanan. Semua itu dilakukan demi kepuasan pengguna perpustakaan, khususnya mahasiswa. Namun kenyataannya mahasiswa terlihat sangat ‘cuek’ dengan usaha yang dilakukan perpustakaan. Terlihat pada statistik yang dimiliki perpustakaan pada tahun 2006, dimana setiap bulannya rata-rata mengalami penurunan jumlah pengunjung dan jumlah buku-buku yang dipinjam oleh mahasiswa. Pada bulan-bulan dimana bertepatan dengan ujian tengah semester dan akhir semester, perpustakaan ramai digunakan. Jelas terlihat bahwa minat mahasiswa terhadap perpustakaan sangat rendah, baik untuk berkunjung maupun untuk memanfaatkan pelayanan.

Selain itu, sering kita lihat buku, majalah, skripsi dan koran yang terdapat di perpustakaan beberapa halamannya hilang atau sobek. Tidak jarang mahasiswa telat untuk mengembalikan buku yang dipinjam, bahkan ada yang dengan sengaja tidak mengembalikan walaupun namanya telah dipasang di papan pengumuman untuk segera mengembalikan buku perpustakaan.
Jelas bahwa kepedulian mahasiswa akan sarana yang diberikan perpustakaan sangat rendah. Bila ini dibiarkan maka lama-kelaman koleksi perpustakaan akan habis karena rusak dan tidak kembali. Hal ini sangat merugikan perpustakaan karena akan memakan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti koleksi-koleksi tersebut.

Budaya Gemar Membaca

Tingginya budaya gemar membaca, mengakibatkan meningkatnya minat membaca. Minat membaca ditunjukan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca (Darmono:2001). Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan membaca tersebut, biasanya seseorang akan pergi ke suatu tempat yang menyediakan bahan bacaan yang dibutuhkan, salah satunya perpustakaan. Oleh karena itu salah satu penyebab mengapa minat mahasiswa akan perpustakaan sangat rendah, dikarenakan rendahnya budaya gemar membaca. Bagi mahasiswa yang telah memiliki budaya baca yang tinggi, kegiatan membaca merupakan kebutuhan yang timbul dari diri pribadi individu itu sendiri. Sehingga ia akan merasa sangat membutuhkan perpustakaan. Layaknya seperti kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, kebutuhan akan membaca buku-buku

yang ada di perpustakaan juga harus dipenuhi. Sehingga semakin meningkatnya budaya gemar membaca mengakibatkan meningkatnya pula minat akan perpustakaan karena perpustakaan menyediakan dan mendukung kegiatan membaca sebagai wujud minat membaca yang tinggi. Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadianya menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dari tingkah lakunya dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya (Heuken,1989).
Selain itu kepribadi manusia itu dapat berubah, itu berarti kepribadi manusia itu mudah atau dapat dipengaruhi oleh sesuatu. Karena itu ada usaha mendidik kepribadi, membentuk kepribadi, membentuk watak atau mendidik watak. Artinya berusaha untuk memperbaiki kehidupan anak yang nampak kurang baik, sehingga menjadi baik (Sijanto dkk,1984).
Mendidik kepribadian dapat dilakukan melalui buku. Dengan membaca buku seseorang akan memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas, dari situ ia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil sehingga akan terbentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam hal ini, membaca dapat diartikan “membaca untuk hidup”, artinya membaca agar kita bisa hidup lebih baik, lebih arif, lebih mengerti ‘tabiat’ dunia (Widarso,1994). Dengan demikian mahasiswa akan menjadi tahu bahwa seseorang yang merobek dan merusak buku, majalah dan banyak lagi, merupakan seseorang yang memiliki kepribadian yang buruk. Sehingga hal itu harus dihindari. Begitu pula dengan kebiasaan telat, tidak mengembalikan dan menghilangkan buku merupakan kepribadian yang tidak disiplin dan tidak bertanggungjawab. Kebiasaan itu harus dihilangkan supaya ia memiliki kepribadian yang baik. Lalu bagaimana meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan mahasiswa? Sejauh mana campur tangan atau peran keluarga, dosen, perpustakaan maupun pemerintah dapat menciptakan budaya gemar membaca? Berikut akan dibahas secara mendetail satu persatu:

  • Keluarga

Gemar membaca bukanlah sesuatu yang secara otomatis tumbuh sendiri. Membaca adalah sesuatu kebiasaan yang harus ditanam, harus dipupuk, harus dibina, harus dididik. Disinilah peran keluarga terutama orang tua, karena orang tua guru pertama yang akan berpengaruh kepada budaya baca individu. Untuk itu sejak dini harus ditanamkan dasar-dasar gemar membaca, menanamkan kebiasaan membaca sangat membantu membangun budaya membaca. Beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua:

  • Menyediakan buku, majalah atau koran di rumah sebagai sumber bacan, bila perlu membuat perpustakaan keluarga.
  • Mengatur jadwal menonton televisi, sehingga seimbang antara menonton televisi dengan membaca buku.
  • Mendorong anak untuk mencintai buku dan perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sering mengajak anak ke toko buku dan mengunjungi perpustakaan dan
  • Menjadi contoh, dengan sesering mungkin membaca buku. Bagaimana orang tua akan menyuruh anak-anaknya membaca buku, bila sendirinya tidak pernah membaca buku? Jelas anak tidak akan mau.
  • Pendidik / Dosen

Dosen adalah sarana yang paling berperan dalam memberikan motivasi budaya gemar membaca kepada mahasiswa. Beberapa hal yang dapat dilakukan dosen guna menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah Sediakan daftar buku bacaan yang berkaitan dengan mata kuliah. Usahakan buku tersebut mudah dicari dan murah sehingga mahasiswa dapat memiliki Berilah tugas mahasiswa untuk membaca dan meringkas isi buku yang dibaca. Bila perlu hasil ringkasan tersebut dapat dikumpulkan supaya dosen mengetahui sejauh mana mahasiswa menangkap isi bacaan tersebut. Sebab membaca adalah kegiatan penterjemahan simbol atau huruf kedalam kata dan kalimat yang memiliki makna bagi seseorang (Bram dan Dickey,1986). Memberikan penghargaan pada mahasiswa yang rajin membaca. Penghargaan dapat berupa sanjungan, nilai yang baik, atau hadiah buku. Hal ini baik untuk dilakukan karena dapat memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan hal yang sama dan Jadilah teladan. Dosen harus rajin membaca, ke perpustakaan dan membeli buku.

  • Perpustakaan

Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk,1997). Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan budaya gemar membaca adalah:
Mempromosikan perpustakaan. Tujuan promosi perpustakaan adalah untuk memperkenalkan perpustakaan, koleksi, jenis koleksi, kekhususan koleksi

, jenis layanannya dan manfaat yang dapat diperoleh pengguna perpustakaan(Darmono, 2001). Diharapkan hal ini dapat menggairahkan minat baca serta menambah jumlah orang yang gemar membaca agar koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

  1. Memilih bahan bacan yang menarik bagi pengguna perpustakaan
  2. Menganjurkan berbagai cara penyajian kuliah yang dikaitan dengan tugas-tugas di perpustakaan.
  3. Memberikan kemudahan dalam mendapatkan bacaan yang menarik untuk pengguna perpustakaan.
  4. Memberi kebebasan membaca secara leluasa kepada mahasiswa.
  5. Perpustakaan perlu dikelola dengan baik agar pengguna merasa betah dan kerasan berkunjung perpustakaan dan
  6. Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang paling banyak meminjam buku dan tepat mengembalikan buku tersebut di perpustakaan dalam kurun waktu tertentu.
  • Pemerintah

Banyak upaya yang dilakukan pemerintah guna mendukung budaya gemar membaca. Seperti mencanangkan bulan September sebagai Bulan Gemar Membaca, bulan Mei adalah Bulan Buku Nasional dan tanggal 14 September sebagai Hari Kunjungan Perpustakaan. Biasanya dalam memperingati bulan-bulan tersebut, pemerintah membuat suatu acara seperti pameran buku, bedah buku, mengadakan lomba membaca dan masih banyak lagi. Namun kenyataannya berlalu begitu saja tanpa dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah juga mendirikan Perpustakaan Daerah di setiap provinsi dan Perpustakaan Keliling. Selain itu pemerintah dapat memberikan sumbangan buku-buku yang dibutuhkan pada perpustakaan dan daerah-daerah terpencil. Bagi masyarakat yang belum dapat membaca dan menulis pun pemerintah telah turut ambil bagian dengan memberikan pendidikan non-formal seperti Kejar Paket A untuk memberantas buta huruf. Hasilnya tingkat melek huruf di Indonesia 87%.

Penutup

Meningkatkan kepedulian

Daftar Pustaka

• Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:PT Gramedia Widiasarana.
• Heuken, Adolf. 1989. Tantangan Membina Kepribadian. Jakarta:Yayasan Cipta Loka Caraka.
• Mangunhardjana, A.M. 1986. Teknik Menambah dan Mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta:Kanisius.
• Rosidi, Ajip. 1983. Pembinaan Minat Baca, Bahasa, dan Sastera. Surabaya:PT Bina Ilmu.
• Sujanto, Agus, Lubis, Halem & Hadi, Taufik. 1984. Psikologi kepribadian . Jakarta : Aksara Baru.
• Sulistyo & Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
• Widarso, Wishnubroto. 1994. Kiat Hidup Sukses. Yogyakarta:Kanisius.

• Wiranto, F.A., Supriyanto & Suryaningsih, R.M.S. 1997. Perpustakaan Menjawab Tantangan Jaman

. Semarang : Universitas Katolik Soegijapranata.

kemal afkika (sm8220986) — Site Summary

3 Balasan ke Artikel Perpus STAIN

  1. titik mengatakan:

    kamu kok banyak banget webnya

  2. Mi2m mengatakan:

    terus kembangkan kretifitasmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: